28 November dalam Sejarah

Tepat 117 tahun yang lalu pada 28 November, Juventus FC didirikan dengan nama Sport Club Juventus oleh sekelompok siswa dari sekolah Massimo D'Azeglio di daerah Liceo, Turin, yang dipimpin oleh Eugenio Canfari dan saudaranya Enrico Canfari. Juventus merupakan klub sepak bola profesional Italia yang berbasis di kota Turin. Klub sepakbola ini adalah yang tertua ketiga di Italia.

Secara historis, Juventus merupakan klub paling sukses di Italia dan salah satu yang paling penting secara global. Juventus juga menjadi salah satu klub sepakbola di Italia yang memiliki basis fans dalam jumlah yang besar.

Juventus akhirnya termi terbentuk. Sekali lagi, Enrico Canfari menceritakan kenangannya saat memainkan pertandingan pertamanya. Torino FC, klub sekota mengundang mereka untuk melakukan pertandingan persahabatan.  Mereka mulai rutin bertanding sampai pada suatu waktu mereka membentuk sebuah turnamen untuk membuktikan kapasitas mereka di Turin. Akan tetapi, masalahnya mereka saat itu belum mempunyai seragam klub. Selain itu, sulit untuk memilih bahan yang akan dipakai, apakah terbuat dari katun, flannel atau wol. Sampai pada akhirnya, mereka memilih memakai kostum dari bahan katun tipis dan halus berwarna pink yang mereka kenakan hingga tahun 1902, kostum yang terlupakan seiring berjalannya waktu.

Di tahun 1899, klub berganti nama menjadi Juventus Football Club. Mulai tahun 1900, mereka ambil bagian dari loga profesional. Pada tahun 1901, mereka berhasil mencapai semifinal dan di tahun 1903 dan 1904, mereka kalah dari Genoa di final. Pergantian warna kostum terjadi karena kostum yang dipesan di Nottingham County salah warna, yang seharusnya hitam pink menjadi hitam putih. Dan dari kostum hitam putih itulah julukan I Bianconeri yang berarti Hitam Putih serta Le Zebre yang berarti Si Zebra.

Seiring dengan kesuksesan Juventus meraih gelar demi gelar di berbagai kompetisi, julukan-julukan lain mulai bermunculan. Adalah La Vecchia Signora julukan yang mempunyai arti Si Nyonya Tua. Julukan itu sendiri diberikan oleh tifosi Juventus dengan maksud membanggakan klub tersbut yang sudah kenyang pengalaman, prestasi dan kebesaran. Julukan tersebut muncul seiring dengan merebaknya kelompok suporter Juventus di kota Turin yakni pada tahun 1970-an, dan semakin ramai lagi pada tahun 1980-an. Tak puas dengan julukan itu, para Juventini membuat satu julukan lagi. La Fidanzata d'Italia adalah julukan yang kemudian mereka berikan kepada klub kesayangannya itu. Julukan yang berarti kekasih Italia itu diberikan dengan maksud bahwa sebagai klub terbesar di Italia yang menjadi sebuah kebanggan sebagian besar rakyat negeri pizza, Juventus layak bersanding dengan Timnas Italia yang dicintai semua kalangan masyarakat Italia.




Daftar Trophy Juventus FC

Sscudetto :
1905-1906, 1925-1926, 1930-1931, 1931-1932, 1932-1933, 1933-1934, 1934-1935, 1949-1950, 1951-1952, 1957-1958, 1959-1960, 1960-1961, 1966-1967, 1971-1972, 1972-1973, 1974-1975, 1976-1977, 1977-1978, 1980-1981, 1981-1982, 1983-1984, 1985-1986, 1994-1995, 1996-1997, 1997-1998, 2001-2002, 2002-2003, 2004-2005, 2005-2006, 2011-2012, 2012-2013

UEFA Champions League
1984-1985, 1995-1996

UEFA Cup Winner's Cup
1983-1984

UEFA Europa League
1976-1977, 1989-1990, 1992-1993

UEFA Super Cup
1984, 1996

Intertoto Cup
1999

Coppa Italia
1937-1938, 1941-1942, 1958-1959, 1959-1960, 1964-1965, 1978-1979, 1982-1983, 1989,1990, 1994,1995

Italian Super Cup
1995, 1997, 2002, 2003, 2012, 2013

27 November dalam Sejarah

Alfred Nobel seorang kimiawan, insinyur dan pebisnis asal Swedia yang menemukan dinamit menjadikan 27 November sebagai sebuah tanggal bersejarah. Pada tanggal ini, Nobel menandatangani wasiat yang berisikan tentang pemberian harta kekayaannya untuk sebuah penghargaan yaitu Penghargaan Nobel.

Hal ini dilakukan Alfred Nobel karena ia kecewa karena penemuannya justru dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan menghancurkan,dan dia ingin agar Penghargaan Nobel diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar terhadap kemanusiaan.

Alfred Nobel dilahirkan di Stockholm, Swedia pada 21 Oktober 1833 dan meninggal dunia pada 10 Desember 1896. Ayahnya bernama Immanuel Nobel dan ibunya Andriette Ahlsell Nobel. Alfred Nobel memiliki dua orang kakak laki-laki yaitu Robert (1829) dan Ludvig (1831).

Penemuan Alfred Nobel adalah dinamit. Penemuan ini terjadi pada tahun 1866 setelah Alfred Nobel menemukan bahwa campuran nitrogliserin dengan tanah halus Kieselguhr akan mengubah cairan menjadi pasta yang bisa dibentuk ke dalam batang, yang kemudian dimasukkan dalam lubang bor.

Penemuan dinamit ini memberi manfaat yang sangat besar untuk mengurangi biaya produksi industri pertambangan karena dinamit begitu efektif untuk eksplorasi bahan tambang. Pabrik-pabrik dinamit Alfred menjamur hingga 90 buah di lebih dari 20 negara.

Surat Wasiat Alfred Nobel


Alfred mengubah surat wasiatnya pada 27 November 1895, setahun sebelum ia meninggal dunia. Konon katanya, perubahan terakhir tersebut dipicu oleh sebuah obituari yang diterbitkan sebuah surat kabar Perancis pada 1888. Surat kabar tersebut secara keliru menulis obituari tentang Alfred, padahal ketika itu,yang meninggal dunia adalah kakak Alfred, Ludwig Nobel.

Membaca obituari tersebut membuat Alfred merenung tentang bagaimana ia ingin dikenang oleh dunia. Karena itu, ia memutuskan untuk mengubah isi surat wasiatnya. Di dalam wasiat tersebut, Alfred menegaskan bahwa seluruh hartanya harus diinvestasikan dalam bentuk saham dan dipakai untuk mendirikan sebuah yayasan, yang labanya setiap tahun dibagikan dalam bentuk penghargaan bagi orang-orang yang dinilai berjasa besar bagi kemanusiaan.

Banyak yang terkejut mengetahui isi wasiat surat tersebut, termasuk keluarga Alfred yang masih tersisa. Kontroversi dan pro kontra pun terus bergulir, hingga akhirnya penghargaan Nobel pertama baru bisa dilaksanakan lima tahun kemudian, yaitu pada 1901. Sejak itu, lebih dari 550 penghargaan Nobel telah diberikan kepada tokoh-tokoh besar yang dianggap berjasa bagi dunia dalam bidangnya masing-masing, dari kimia, fisika, perdamaian, kedokteran, sastra, hingga ekonomi.

Ikuti Mereka atau Ikuti Kata Hati

Ikuti Mereka atau Ikuti Kata Hati
Pernahkah terpikirkan oleh anda seberapa malas atau rajinkah anda sebagai seorang manusia? Pernahkah anda menilai orang lain dengan kata-kata betapa malasnya mereka sementara kita hanya duduk-duduk tanpa melakukan apapun. Hal demikian berlangsung hampir setiap hari. Namun adakah kesadaran betapa malasnya kita.

Beragam manusia yang hadir di dunia ini. Masing-masing memiliki etos kerja yang berbeda. Ada yang sangat rajin, ada yang mengerjakannya setengah-setengah yang penting selesai, bahkan ada yang tampil sibuk hanya untuk dipandang oleh pimpinan tetapi pada kenyataannya tidak mengerjakan sesuatu. Kerja bagi kita hanya sebuah kegiatan yang terbatas pada uang bukan merupakan sebuah ambisi.

Pernahkah anda lihat orang Barat dan Amerika? Mereka bekerja sangat keras, banting tulang dari pagi hingga malam. Membangun keluarga dan memiliki anak untuk dididik oleh sekolah. Mereka memiliki etos dan semangat kerja yang sangat besar, berbeda dengan kita. Orang asing memang perfeksionis dalam bekerja namun karena sifat mereka itulah mereka jadi mudah stress.

Disiplin dan kerja keras yang ditanamkan sejak kecil juga menjadi modal bagi orang Jepang dan China sehingga kini bisa menjadi sebuah bangsa yang besar. Kepatuhan dan hukum yang keras sebagai bentuk disiplin agar bangsa yang besar tersebut tetap terarah. Disiplin yang ditanamkan dengan kuat, itulah kunci kesuksesan mereka.

Lalu apa yang harus kita tanamkan pada bangsa kita? Kita pernah mencoba menanamkan disiplin dan aturan yang ketat. Namun seiring berjalannya waktu, gerakan anti penguasa semakin menguat. Disiplin dalam keluarga dianggap sebagai bentuk kekerasan yang melanggar hak anak.

Kita memiliki power distance yang tinggi, namun dalam masyarakat kita yang tertinggi bukanlah pemimpin melainkan orang yang dituakan. Kita mencoba untuk menanamkan kemandirian dan kesendirian seperti Amerika dan Eropa. Namun ini bertentangan dengan budaya kolektivisme yang telah lama tertanam. Alih-alih kerja keras, yang kita tiru justru budaya konsumerisme. Gejolak sosial pun kian menguat seiring perubahan yang terjadi dari kolektivisme menjadi individualisme. Bukan membangun, justru turut memperkeruh suasana.

Mari kita renungkan kembali jati diri bangsa ini. Kita punya budaya kita sendiri, kita punya cara hidup kita sendiri, kita punya potensi kita sendiri, mengapa harus menggunakan cara orang lain? Kita cari jati diri kita dan kita manfaatkan potensi yang ada agar menjadi bangsa yang besar.

                            

Asal Usul dan Sejarah Batik

Batik berasal dari bahasa jawa, "amba" yang berarti menulis dan "titik". Sedangkan makna dari kata batik sendiri merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan malam yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Ditilik dari segi historisnya, batik berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad ke XVII yang dilukis di daun lontar. Ketika itu, batik masih didominasi oleh motif-motif seperti tanaman dan binatang. Pada sejarah perkembangan dari corak lukisan tanaman dan binatang, secara perlahan motifnya beralih ke arah abstrak, seperti motif yang menyerupai awan, wayang, relief candi dan lain sebagainya.

Kesenian batik sendiri dikenal sebagai kesenian menggambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan raja-raja di Indonesia pada zaman dahulu. Pada awalnya, batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya digunakan untuk pakaian raja, keluarga serta pengikutnya.

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerjaan berikutnya. Batik semakin berkembang dari masa ke masa. Dimana awalnya batik yang dihasilkan merupakan batik tulis lalu disusul batik cap yang dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920 . Penggunaan batik pun semakin beragam, perlahan mulai beralih menjadi pakaian rakyat yang sangat disukai, baik oleh kaum lelaki maupun perempuan. Penggunaan batik pun tidak hanya terbatas pada pakaian saja, tetapi sudah diaplikasikan pada berbagai hal lainnya.

Daya serap budaya pada batik bukan berarti bahwa batik tidak memmiliki suatu batasan nilai. Buktinya batik tradisional hingga kini masih mempertahankan corak dan setiap makna yang umum dipakai pada acara-acara adat. Pada masyarakat pesisir, batik mengalami akulturasi budaya namun tetap mencerminkan keharmonisa. Tepatnya ketika bangsa asing mulai masuk ke nusantara melalui aktifitas perdagangan. Bahan batik dan ragam coraknya mulai berubah dengan pengaruh yang dibawa oleh pedagang asing, bahkan batik merangkum sejarah penjajahan yang dialami bangsa Indonesia.

Kehadiran bangsa Eropa yang juga berminat pada batik turut memprakarsai lahirnya corak bungan dan berbagai jenis penampakan benda yang dibawa oleh mereka. Meskipun batik berasal dari Jawa dan hingga kini kota-kota di Jawa masih menjadi sentra utama perkembangan batik, namun dengan bersatunya bangsa ini atas nama negara Indonesia telah menjadikan batik sebagai warisan milik bersama. Kini batik dikenakan oleh semua orang tanpa mengenal latar belakang, suku, ras dan agama, juga tanpa terkotak-kotakan berdasarkan asal batik yang dikenakan. Bahkan batik telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai world heritage yang harus dijaga kelestariannya. Untuk itu dibutuhkan komitmen nyata untuk menjaga warisan nenek moyang yang indah dan bernilai tinggi.


Pujian untuk Bapak JOKOWI pada Forum APEC

10 November 2014 menjadi hari pertama pembukaan Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2014 dan ini dibuka dengan baik oleh presentasi dari Presiden RI Joko Widodo. Berbicara dalam bahasa inggris, Jokowi nampak sangat lancar dan tidak memerlukan bantuan teks. Beliau mengalir memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang terbuka dan aman untuk berinvestasi.

Dalam forum itu, Jokowi tidak berpidato dengan teks, tetapi menyampaikan presentasi dalam bahasa inggris dan memanfaatkan slide layar lebar. Disitu, beliau menampilkan grafis peta Indonesia serta data statistik sebagai pengunjung. Itu paparan perdana Jokowi dalam forum internasional sebagai presiden.

Jokowi menggambarkan bagaimana konektivitas antar pulau belum terbangun dengan baik sehingga terdapat kesenjangan harga komoditas yang cukup jauh antara satu pulau dengan pulau yang lainnya. Beliau mencontohkan harga semen di Papua yang bisa melejit naik 25 kali lipat dari harga di Pulau Jawa.

Selain memaparkan peluang yang ada, Jokowi jujur mengungkapkan adanya sejumlah masalah yang menghambat pembangunan di Indonesia, mulai dari birokrasi perizinan, pembebasan lahan, hingga ketersediaan listrik. Namuan, beliau juga berusaha meyakinkan kalangan usaha di Asia Pasifik bahwa persoalan-persoalan itu akan menjadi fokus pembenahan dari pemerintahannya.

Pemimpin dunia dibuat terperangah oleh presentasi beliau. Banyak komentar positif yang datang dari para pemimpin-pemimpin negara lain kepada beliau. Berikut ini kutipan komentar beberapa pemimpin negara kepada bapak Joko Widodo :

Truong Tan Sang, Presiden Vietnam
Vietnam selalu menganggap Indonesia sebagai sahabat dan berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama kedua negara.

Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang
Indonesia merupakan mitra strategis Jepang dan sebagai negara maritim, kedua pihak harus berkontribusi demi kedamaian dan keadilan. Kedua negara sudah lama membangun hubungan dengan sikap saling membantu.

Vladimir Putin, Presiden Rusia
Saya berkeyakinan, hubungan kedua negara sebagai mitra strategis akan semakin baik pada masa mendatang.

Barack Obama, Presiden Amerika Serikat
Saya tahu bahwa Presiden Joko Widodo memiliki agenda dan berambisi tentang pembaruan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan Amerika Serikat ingin menjadi mitra dalam pembaruan itu. Saya senang sekali bertemu dengan Bapak Presiden dan saya harap kita bisa memperkuat hubungan kerja sama dan pribadi.

Xi Jinping, Presiden Tiongkok
Ada suatu pepatah Indonesia berbunyi "Jauh di mata, dekat di hati". Tiongkok dan Indonesia terpisah oleh samudera, tetapi gelombang laut tak henti menghalangi pertukaran kita. Dari pelayaran Laksaman Cheng Ho sampai Konferensi Asia Afrika. Kedua negara kita menjalin persahabatan yang sangan dalam dengan saling menghormati sebagai tetangga dan sahabat lama.
Banyak harapan bangsa ini yang kita letakkan di bawah kepemimpinan Beliau, semoga respon positif dari beberapa kepala negara di atas menjadi sebuah langkah besar untuk kemajuan negara ini. Selamat bertugas Bapak Presiden.

Perayaan Natal Alumni SMAN 2 Balige Se Sumatera Utara

Perayaan Natal Alumni SMAN 2 Balige Se Sumatera Utara
Teriring salam untuk teman-teman, adik, abang dan kakak alumni SMAN 2 Balige, dengan ini mengundang anda semua untuk dapat serta menghadiri acara Perayaan Natal Alumni SMAN 2 Balige Se Sumatera Utara yang akan diadakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Desember 2014
Tempat :HKBP Sidorejo Medan

Dengan tema : BEING FOR OTHER
dan subthema : Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6 : 2)

Besar harapan teman-teman, adik, abang dan kakak dapat menghadirinya. Boleh dibawa teman-temannya juga ya, bawa pacar pun jadi, istri atau suami pun jadi. Asal jangan bawa teroris aja ya. Salam