photo youuu_zps622693ef.jpg

Katakan tidak pada GOLPUT

9 April 2014 merupakan proses pertama dalam pemilu 2014 ini. Dimana pada tanggal tersebut akan diadakan pemilu Legislatif yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Friday, 18 April 2014

Pemilih Pemula yang Bijak

Pemilu 9 april telah berlalu. Pemilihan caleg yang dilakukan secara langsung dilaksanakan untuk memilih para wakil rakyat yang diberi mandat sebagai perpanjangan tangan. Banyak janji yang telah disebar dan tak sedikit rakyat Indonesia yang menaruh harapan kepada mereka, para wakil rakyat terpilih. Kita berharap bahwa semua janji tersebut bukan hanya omong kosong maupun sekedar janji manis untuk memikat hati para pemilih.

Saat ini, jumlah pemilih pemula cukup besar yaitu sekitar 30% dari total data pemilih. Besarnya jumlah pemilih pemula ini menjadi sebuah tugas besar bagi instansi terkait. Jumlah pemimilih pemula ini dapat berkontribusi besar bagi hasil pemilu kali ini. Sosialisasi mengenai pemilu sangat diperlukan dan harus tepat sasaran.

Terkait pemilu yang telah berlangsung, masih banyak kecurangan-kecurangan yang didapat. Kasus seperti money politic, jual beli suara dan golput masih menjadi kasus lumrah yang terus terjadi secara berulang-ulang. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi bangsa ini.bukan hanya pemerintah, tetapi juga bagi seluruh warga negara. Para pemilih pemula yang belum mengerti dapat menjadi sasaran empuk bagi mereka yang mencari kekuasaan.

Jadilah pemilih yang bijak, sebuah pesan bagi seluruh warga negara yang mengikuti pemilu ini untuk pertam kalinya. Pelajari latar belakang setiap calon. Banyak terjadi kecurangan-kecurangan seperti money politic, hindarilah hal tersebut. Apakah anda yakin dengan para calon-calon perwakilan yang menggunakan cara tersebut?

Mari buka mata dan lihat sekeliling kita. Sebelum pelaksanaan pemilu, banyak yang bersikap manis dengan membagi-bagikan uang dan sumbangan yang bertujuan menarik minat masyarakat untuk memilih mereka. Tetapi setelah mereka dinyatakan kalah, banyak yang stres dan tidak terima dengan hasil tersebut. Ada yang berontak dan meminta kembali apa yang telah mereka bagi-bagikan sebelumnya.

Tak lama lagi kita akan menghadapi pemilihan residen. Sudah banyak berita yang beredar dan sudah saatnya kita mulai untuk meneliti satu per satu calon presiden tersebut. Mari memilih yang sesuai dengan suara hati, bukan sesuai dengan suara rupiah. Pelajari latar belakang, pahami visi dan misi mereka, serta jadilah pemilih yang biajk. Pilih dengan hati, gunakan hak suara anda dan hindari segala kecurangan.

Tuesday, 8 April 2014

Persiapan Batang Bawah Untuk Grafting dan Budding

Grafting atau ent, istilah asing yang kita dengar itu, pengertiannya ialah menggabungkan batang bawah dan batas atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenyawaan. Kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
            
Secara garis besarnya penyambungan dapat dibagi menjadi 3 golongan besar, yaitu :
-            Sambung pucuk atau enten (grafting atau scion grafting)
-            Sambung susun (grafting by approach atau inarching) yaitu batang atas dan batang bawah masih tumbuh dengan akarnya masing-masing
-         Sambung mata tunas (menempel) atau okulasi (Bud-Grafting atau Budding). Cara ini sebenarnya lebih tepat dikatakan menempel.
     
Pengambungan (grafting) dilakukan dengan menggabungkan secara fisik antara batang bawah dengan stek ujung yang berasal dari tanaman induk lain sebagai batang atas. Untuk batang bawah digunakan tanaman muda yang berasal dari persemaian; sedangkan stek ujung diambil dari tanaman dewasa yang karakteristik unggulnya telah diketahui dan telah memasuk fase reproduktif. Okulasi (budding) pada prinsipnya sama dengan penyambungan, hanya saja bahan yang ditempelkan pada batang bawah bukan berupa stek ujung tetapi berupa mata tunas.

Dikenal dua cara pembiakan vegetatif dengan penyambungan tanaman, yaitu : okulasi (budding) dan enten (grafting). Okulasi adalah penyambungan dengan hanya satu mata tunas sebagai batang atas, sedangkan enten adalah penyambungan dengan lebih dari satu mata tunas yang dipergunakan sebagai batang ke bagian pangkal akar untuk tumbuh bersama-sama membentuk individu baru.

Okulasi (grafting) merupakan suatu seni yang menghubungkan/menyambungkan dua bagian dari haringan tumbuhan yang hidup sedemekian rupa dan kemudian tumbuh dan berkembang sebagai satu tumbuhan/tanaman gabungan.

Bibit untuk batang bawah sebaiknya memiliki empat kriteria utama, yaitu cocok disambungkan dengan bibit batang atas dan tidak menimbulkan pengaruh negatif, memiliki daya tahan yang tinggi terhadap hama penggerek batang dan penyakit busuk akar, tahan terhadap iklim dan kondisi lingkungan serta ukuran bijinya cukup besar agar tumbuh jadi tanaman yang kuat dan kekar. Tanaman yang kuat dan kekar akan mampu mendukung pertumbuhan bibit batang atas yang dikombinasikan ke batang bawah.


Untuk melakukan penyambungan pucuk harus disediakan batang bawah terlebih dahulu. Batang bawah ini bisa diperoleh dari dalam biji persemaian, kantung plastik ukuran 15 x 25 cm atau 20 x 30 cm. sebelum kantung plastik diisi tanah, kantung dilubangi terlebih dahulu agar air siraman tidak menggenang dalam kantung dan pertukaran udara pun bisa lancar. Selanjutnya biji calon batang bawah ditanam tepat di tengah kantung plastik. Jika batang tanaman sudah tumbuh baik dan mencapai ukuran sebesar pensil berarti kulit dan kayunya sudah cukup besar dan siap untuk disambung.

Monday, 7 April 2014

Lingkungan Abiotik

Lingkungan abiotik sering disebut dengan lingkungan fisik. Pada prinsipnya lingkungan abiotik dapat dibagi atas beberapa faktor, yaitu :
1.         Faktor Suhu
2.         Faktor Air
3.         Faktor Cahaya
4.         Faktor Tanah
5.         Faktor Atmosfir
Kelima faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan. Unsur-unsur iklim seperti suhu, cahaya, kelembaban udara, dan curah hujan dikelompokkan sebagai klimatik faktor sedangkan yang menyangkut tanah disebut edafik faktor.

1.        Suhu
Tidak seperti hewan yang bersifat homeothermic, tanaman tingkat tinggi tidak mampu mempertahankan sel-sel dan jaringan-jaringannya pada suatu temperatur optimum yang konstan. Karena hal tersebut, pertumbuhan dan metabolisme tanaman sangat dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan.
Tetapi sukar untuk menetapkan secara tepat hubungan antara tanaman dan lingkungan, sebab adanya variabilitas yang ekstrim dari suhu tanah dan udara. Misalnya suhu daun tergantung kepada :
·      Waktu (variasi reguler sepanjang hari)
·      Bulan (variasi reguler musimam)
·      Keawanan dan kecepatan angin (variasi irreguler jangka pendek)
·      Kedudukan dalam kanopi (mis. Daun yang terkena sinar matahari dan daun yang ternaungi)
·      Ketinggian di atas permukaan tanah
·      Dimensi daun
Pertumbuhan vegetatif dan generatif sangat dipengaruhi oleh berlangsung tidaknya reaksi metabolisme seluler dan keseluruhannya tergantung pada suhu. Apabila reaksi kimia dalam sel terganggu maka proses pertumbuhan juga terganggu. Keseluruhan proses reaksi kimia ini diatur oleh enzim. Yang aktivitasnya juga tergantung pada suhu.
  
2.        Curah Hujan
Dengan mengetahui pola curah hujan suatu daerah maka ditetapkan musim pertanaman,, yaitu periode dalam setahun dimana besarnya curah hujan lebih dari setengah evapotranspirasi potensial, ditambah waktu yang diperlukan untuk menguapkan 100 mm air hujan yang masuk ke dalam tanah.
Perbedaan curah hujan akan menyebabkan perubahan pada vegetasi yang hidup diatasnya. Gambar 1 di bawah ini memperlihatkan perubahan jenis tumbuhan akibat perbedaan suhu dan curah hujan. Meningkatnya jumlah curah hujan akan menyebabkan peningkatan keanekaragaman jenis tumbuhan.
Gambar 1. Starifikasi tumbuhan berdasarkan jumlah curah hujan dan suhu udara

3.        Cahaya Matahari
Fotosintesa merupakan hal pokok dalam metabolisme tanaman karena radiasi matahari merupakan satu dari faktor-faktor lingkungan terpenting. Radiasi mempengaruhi organisme melalui energi yang dikandungnya yang diabsorbsi tanaman.
Penyediaan, mobilitas dan serapan hara oleh tanaman juga dipengaruhi radiasi surya serta suhu udara dan suhu tanah. Apabila air cukup dan serta hara tidak menjadi faktor pembatas, maka intensitas radiasi surya merupakan unsur iklim yang sangat menentukan potensi hasil tanaman secara kuantitatif, terutama untuk jenis tanaman kelompok adaptasi C3 dan C4.
Kebutuhan radiasi surya pada awalnya relatif kecil kemudian terus meningkat sejalan dengan peningkatan dengan umur tanaman. Umumnya kebutuhan radiasi surya ini mencapai maksimum pada stadia pembungaan, dan menurun menjelan panen.
Tanaman yang kekurangan cahaya akan beradaptasi melalui pengurangan ketebalan daun dan menggugurkan daun. Beberapa jenis tanaman beradaptasi melalui perubahan bentuk daun tua dengan daun muda. Daun yang tua akan terbelah-belah sedangkan yang muda tidak.
Disam[ing perubahan morfologi daun ada pula beberapa tanaman membuat perubahan sudut daun, sedemikian rupa sehingga daun-daun yang lebih bawah lebih horizontal sedangkan yang lebih atas lebih tegak. Yang terakhir ini selalu dalam keadaan jenuh cahaya pada cahaya matahari penuh, tetapi intersepsinya kurang dan memungkinkannya melewatkan lebih banyak sinar ke daun-daun yang lebih bawah. Hal tersebut menjelaskan mengapa intensitas cahaya oprimum bagi sebuah kanopi yang kompleks selalu lebih besar daripada secara individual . oleh karenanya adaptasi tanaman untuk mendapatkan illuminasi cahaya yang lebih tinggi, merupakan bagian penting untuk tanaman meningkatkan hasil.

4.        Faktor Tanah
Tanah merupakan faktor lingkungan penting dan mempunya hubungan timbal balik yang sangat serat dengan tanaman yang tumbuh di atasnya. Tanah yang produktif harus dapat menyediakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman, disamping harus mampu menyediakan unsur hara. Faktor tanah tersebubut menyangkut berbagai sifat fisik tanah seperti : tersedianya air, suhu, aerasi, dan struktur tanah. Sifat fisik tanah secara luas dapat mempengaruhi produktivitas tanah. Emdia pertumbuhan yang umum adalah tanah, tanah mengandung mineral kompleks yang berasal dari dekomposisi bahan induk tanah dan bahan organik.
Reaksi tanah dapat berupa asam, basa maupun netral, bergantung pada konsentrasi ion H+ dan OH-. Pada tanah dengan pH = 8 menggambarkan kondisi tanah yang bersifat basa, pH 6 merupakan pH ideal dengan persentase kandungan hara tersedia lebih tinggi dibandingkan pada nilai pH lainnya. Derajat kemasaman yang lebih kecil dari 5 menggambarkan kondisi tanah kritis dengan kemasaman tanah yang tinggi. 

Sunday, 6 April 2014

Persiapan Batang Atas untuk Grafting dan Budding

Batang atas atau yang biasa disebut entres (scion) adalah cabang bagian atas atau tajuk tanaman yang kemudian akan menghasilkan buah berkualitas unggul. Batang atas ini dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi ataupun berupa ranting dengan lebih dari satu mata tunas atau ranting dengan tunas pucuk yang digunakan dalam sambungan.

Bibit vegetatif-generatif disebut juga bibit kombinasi karena terdiri dari gabungan bibit vegetatif (batang atas) dengan bibit generatif (batang bawah). Bibit sambung diperoleh dengan cara  menggabungkan dua tanaman yang ditumbuhkan menjadi satu pohon. Batang atas untuk bahan sambungan diambil dari cabang atau ranting pohon induk yang telah terbukti memiliki sifat-sifat unggul, yaitu telah menghasilkan buah 2-3 musim berturut-turut. Batang atas yang akan digunakan dipilih dari cabang atau ranting berumur sedang, memiliki ukuran atau diameter yang sama dengan batang bawah.

Sebelum dilakukan penyambungan, calon batang atas perlu disiapkan terlebih dahulu. Kalau calon itu sudah diperoleh, sebagian dari daunnya dibuang, dan disisakan dua helai daun saja yang terdekat dengan ujung kuncup masing-masing ¼ bagian. Pemeliharaan bibit sambungan adalah berupa penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, penggantian kantong plastik, pemupukan dan pemberian cahaya matahari yang sesuai.

Batang atas yang digunakan berasal dari tunas tanaman yang telah dipilih dan memenuhi syarat sebagai mata tunas yang baik. Bentuk mata tunas yang baik adalah bulat dan berwarna hijau kelabu atau kecoklatan. Tanaman yang dipilih sebagai batang atas harus berasal dari tanaman yang sehat dan pertumbuhannya optimal.

Keberhasilan teknik penyambungan sangat dipengaruhi oleh kompabilitas antara dua jenis tanaman yang disambung. Pada umumnya semakin dekat keakraban antara dua tanaman yang disambung maka kecepatan pertumbuhan batang atas dan persentasi keberhasilan dari penyambungan ditentukan pula oleh kecepatan terjadinya pertautan antara batang atas dan batang bawah. Pertautan ini akan ditentukan oleh proses pembelahan sel pada bagian yang akan bertautan.

Pohon induk mempunyai bagian-bagian yang berbeda-beda fase perkembangannya. Bagian pangkal pohon merupakan bagian yang tertua menurut umurnya, tetapi karena bentuk pada masa awal pertumbuhan pohon tersebut maka sel-selnya bersifat sederhana, muda (juvenille) dan sangat vegetatif. Semakin ke arah ujung ranting, semakin muda menurut umurnya tetapi sel-sel yang terbentuk paling akhir ini justru bersifat lebih kompleks, dewasa (mature) dan siap untuk memasuki masa berbunga dan berbuah (generatif). Pengambilan entres dari pucuk tajuk pohon akan tetapi membawa sifat dewasa atau generatif.

Kriteria tanaman yang dapat dijadikan sebagai batang atas, yaitu :
-            Mampu beradaptasi atau tumbuh dengan baik
-            Cabang dari pohon yang sehat, pertumbuhannya benar-benar normal dan bebas dari serangan
-            Cabang berasal dari pohon induk yang sifatnya benar-benar seperti dikehendaki, misalnya bebuah lebat dan berkualitas
-            Bentuk cabang lurus dan diameternya disesuaikan dengan batang bawah ± 1 cm.

Saturday, 5 April 2014

Indonesia Memilih

Tidak terasa sebentar lagi kita akan menjelang tanggal 9 April 2014. Ingatkah anda peristiwa apa yang akan terjadi pada tanggal tersebut? Pemilu Legislatif, yang akan dilaksanakan pada tanggal tersebut tinggal menghitung hari. Mari sisihkan sejenak waktu kita untuk datang ke TPS dan memilih orang-orang yang akan menjadi perpanjangan lidah masyarakat di gedung DPR sana.

Sepertinya bukan hal yang susah untuk sekedar datang ke TPS untuk mencoblos. Jangan asal coblos dan jangan ikut dalam barisan putih (Golput). Suara kita menentukan masa depan bangsa. Kenali dan pahami visi misi dari setiap calon. Jangan sampai nanti kita kecewa melihat performa mereka di gedung sana apabila nantinya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Pilihlah dengan hati nurani sehingga kita bisa berharap bahwa mereka yang terpilih bisa memperbaiki nasib bangsa ini.

Mengembalikan masa-masa kejayaan negara seperti di masa lampau ketika kita masih menjadi Macan Asia. Sebuah bangsa yang besar baik secara luas wilayah, ekonomi, sosial maupun sejarahnya. Bangsa yang dapat merangkul seluruh elemen masyarakat yang ada di dalamnya, yang tidak membeda-bedakan antara suku yang satu dengan yang lainnya, agama yang satu dengan yang lainnya. Yang memiliki tenggang rasa yang besar dan saling menghargai.

5 menit untuk 5 tahun ke depan. Hentikan sejenak aktifitas anda untuk berangkat. Memilih ke TPS tidak akan merugikan kita, justru kita akan rugi jika nantinya hak suara kita disalahgunakan untuk menaikkan suara dari calon-calon legislatif yang bermain curang. Pasti ada saja yang seperti itu, yang memiliki modal besar untuk membeli suara dan naik menjadi anggota legislatif yang nantinya mereka akan berusaha untuk mengeruk uang negara demi mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan selama kampanya. Calon-calon legilatif yang naik hanya untuk tujuan harta pribadi, tetapi tidak mempedulikan nasib rakyat.

Bijak dan cermat lah memilih pemimpin anda. Indonesia BISA!!!!

Wednesday, 2 April 2014

Perkembangbiakan dengan Akar dan Batang Khusus

Umbi yang disebut dalam bahasa Indonesia adalah umbi yang terdapat di bawah tanah yang di dalam botani kerap kali merupakan tuber atau bulb yang sesungguhnya.

Umbi merupakan tempat penimbunan makanan bagi beberapa jenis tumbuhan tetapi dapat juga sebagai organ vegetatif tumbuhan dilakukan untuk memperbanyak tumbuhan itu sendiri. Umbi berada di bawah tanah dan biasanya melekat pada akar atau leher batang pada beberapa spesies tumbuhan yang berumbi seperti ini.

Tuber merupakan bagian tanaman yang perkembangbiakan tanaman-tanaman secara vegetatif alami yaitu dengan umbi tersebut dapat diperbanyak karena terdapat tunas-tunas muda yang keluar dari calon-calon mata tunas pada bagian umbi batang tersebut.

Corm (umbi) memiliki ciri, yaitu organ khusus di bawah tanah, dikelilingi oleh batang yang terdiri dari tunas-tunas kompak dengan mata tunas samping walaupun tanaman bertahan hingga bertahun-tahun.

Umbi akar adalah batang di bawah permukaan tanah yang telah berubah bentuk dan fungsi sebagai tempat tersedianya persediaan makanan. Perbedaan umbi dan ubi terletak pada struktur kulit dan subang.

Pada stek umbi, bahan awal untuk perbanyakan berupa umbi yaitu umbi batang, umbi akar, umbi sisik, dan lain-lain. Sebagai bahan perbanyakan, umbi dapat digunakan utuh dengan syarat tiap potongannya harus mengandung calon tunas. Untuk menghindari terjadinya busuk pada setiap potongan umbi, maka umbi perlu direndam pada bakterisida dan fungisida.

            Perbanyakan tanaman melalui akar dapat dilakukan dengan penggunaan rhizome, umbi lapis maupun umbi batang. Rhizome menggunakan akar beruas yang dapat membentuk tunas tanaman baru dengan cepat dan dapat menghasilkan mata tunas yang lebih banyak sehingga lebih cepat menghasilkan tanaman baru.